Mobil Siaga Hilang, Sekmat Weru: Itu Sepenuhnya Tanggung Jawab Pemdes Megu Gede

0

Cirebon, inderawaspada.net- Mobil Siaga milik Pemerintah Desa Megu Gede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon pada Minggu, 3 Januari 2021 lalu dikabarkan hilang digondol oleh kawanan pencuri.

Seperti diketahui, jenis mobil Siaga tersebut yakni Daihatsu Luxio warna putih tahun 2016 plat merah Nopol E 1559 H.

Sekertaris Kecamatan (Sekmat) Weru, Dadang Juanaedi, ST menanggapi seputar hilangnya mobil Siaga Desa Megu Gede. Ia mengatakan, terkait hilangnya mobil tersebut merupakan tanggung jawab dari Pemdes Megu Gede. Hal itu setelah pihaknya menerima surat pernyataan pertanggung jawaban dari Pemdes Megu Gede.

 

“Makanya bikin surat pernyataan gitu, bahwa itu sepenuhnya tanggung jawab Pemdes Megu Gede,” kata Dadang kepada sejumlah awak media di kantor Kecamatan Weru, Selasa (27/7/2021).

Ia menuturkan, bahwa surat pernyataan tersebut dibuat setelah beberapa hari kemudian usai hilangnya mobil Siaga tersebut. Dimana surat pernyataan itu ditandatangani oleh Kuwu Desa Megu Gede.

 

“Intinya tidak sebulan setelah hilang, kalau gak salah bikin surat pernyataannya. Waktu (mobil) hilang kitakan tahunya sudah beberapa hari, bukan hilang kita langsung tahu. Itupun tahu bukan dari pihak desa, tetapi dari media sosial (Medsos),” tuturnya.

 

Sebelumnya, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Inspektorat serta melayangkan surat terkait hilangnya mobil tersebut.

 

“Cuma yang jelas kita sudah menyurati Inspektorat,” katanya.

Menurutnya, penggantian hilangnya mobil Siaga tersebut tidak diperbolehkan dari dana desa (DD) yang telah berulang kali dianggarkan.

“Normalnya yang jelas terkait dengan kehilangan barang milik pemerintah yang sudah dianggarkan anggaran-anggaran sebelumnya kan, tidak bisa dianggarkan kembali,” kata Dadang.

 

Dadang mengatakan, untuk penggantian hilangnya mobil Siaga tersebut dapat dianggarkan dengan dana pribadi atau Pendapat Asli Desa (PAD). Sementara, terang dia, untuk penggunaan anggaran dari PAD harus menempuh prosedur terlebih dahulu.

READ  LANAL Cirebon Canangkan Zona Integritas Menuju WBK & WBBM

“Minimal pakai dana pribadi atau dana PAD Desa silahkan, itu saja. Yang jelas, untuk penganggaran yang berulang itu tidak memungkinkan,” ujarnya.

 

Mengkonfirmasi hal itu, Kuwu Desa Megu Gede, Iman Fitriyadi belum dapat ditemui hingga saat dihubungi melalui telepon Whatsapp ia belum memberikan komentarnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.