Perhutani Kuningan, LMDH dan Desa Wisata Resmikan Wana Wisata Bukit Moncongos

Kuningan, inderawaspada.net-Dongkrak Potensi Wisata, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kuningan menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mekar Jaya bersama Desa Wisata menggelar kegiatan pembukaan Grand Opening Wana Wisata Bukit Moncongos yang berlokasi di petak 33h Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pakembangan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Garawangi. Minggu (18/9/22).

Acara peresmian wisata baru Bukit Moncongos tersebut di hadiri oleh Bupati Kuningan Acep Purnama, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Unus Yunus beserta Jajaran, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disporapar) Toto Toharudin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Dudi Sadudin, Camat Garawangi Raden Imam Reapdiantoro, Kapolsek Garawangi Deden, Danramil Garawangi Dany Rakca, Kepala Desa Uka, Ketua LMDH Mekar Jaya Miska serta Masyarakat sekitar lokasi Wana Wisata Bukit Moncongos.

Administratur/KKPH Kuningan Benny Suko Triatmoko di tempat terpisah menyampaikan bahwa Desa Sukaimut merupakan daerah yang secara geografis merupakan pegunungan dan hutan, sehingga menjadi sumer inspirasi Pemerintah Desa melalui Pokdarwis untuk pemanfaatan sumber daya alam dan kedepannya dalam proses pengelolaan dan pengembangan agar melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Beberapa objek wisata rintisan yang sedang Kami kelola diantaranya wisata Bukit Moncongos dalam pengelolaannya melibatkan LMDH dan Desa. Kami berharap dengan peresmian Wana Wisata Bukit Moncongos ini menjadi sarana untuk pertumbuhan ekonomi baru serta pengembangan ekonomi lokal Desa,” ujarnya.

Related Post
1 of 834

“Dengan semangat gotong royong dan kerjasama yang baik dari Pemerintahan Desa dan Masyarakat, semoga kedepanya objek wisata Bukit Moncongos dapat berkembang dan banyak dikunjungi oleh wisatawan,” tambah Benny.

Bupati Kuningan Acep Purnama saat membuka dan meresmikan Wana Wisata Bukit Moncongos mengatakan Desa wisata dan kampung tematik merupakan solusi potensial bagi pemulihan ekonomi masyarakat apalagi pasca pandemi. Perpaduan desa terbaik dengan pariwisata dapat menciptakan peluang sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.

Acep menambahkan bahwa desa bisa menjadi potensi tujuan wisata melalui keragaman yang dimiliki meliputi bentangan alam, keaneka ragaman hayati dan budaya, aktivitas lokal dan adat istiadat serta nilai moral termasuk gastronomi, desa wisata merupakan pendorong yang kuat untuk mewujukan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan dan menggeliatkan ekonomi lokal. (Den/Ddi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.